Peluh membasahi wajahnya. Kakinya berlari kencang dengan nafas memburu dan sesekali matanya melirik kebelakang. Cahaya kecil yang berasal dari seseorang dibelakangnya masih ada. Ia benar-benar dikejar! Dengan cekatan, ia memasuki gang-gang sempit yang ia temui, berusaha mencari titik tergelap hingga tak ditemukan oleh sosok misterius itu lagi. Namun, hingga kesekian gang sempit yang ia masuki, ia masih saja ditemukan. Sosok itu masih berada beberapa meter dibelakangnya. Hingga disalah satu gang ia berhenti dan bersembunyi dibalik tiang listrik. Ia mengintip keujung gang kemudian bernafas lega karena sepertinya sosok itu sudah tidak ada. Beberapa menit ia menunggu dan kali ini ia benar-benar yakin sudah tidak ada orang yang mengejarnya lagi. Sudah saatnya pulang, Ray, batinnya. Ia kembali melanjutkan perjalanan pulang melalui gang itu dengan langkah yang diusahakan tak ada suara. Ray bernafas lega saat melihat rumah kecilnya yang berdiri kokoh diujung jalan. Ia mempercepat lang...
Comments
Post a Comment