Aku melihatmu. Sore kemarin. Lewat begitu saja disampingku. Dan aku baru menyadarinya saat kamu sudah jauh didepanku. Aku hanya melihat punggungmu, padahal aku berharap melihat wajahmu—terutama senyummu. Bahkan, dari belakang pun aku tahu kalau itu kamu. Kamu itu… sosok yang sudah terekam jelas dalam otakku. Tapi, apa kamu sadar akan keberadaanku? Mungkin ya, mungkin tidak. Entahlah. Aku hanya berharap kamu memang tidak melihatku. Ya, itu caraku supaya tidak kecewa. Toh, beberapa kali tak sengaja bertemu denganmu tapi kamu tak pernah sekalipun melihatku. Padahal baru saja siang tadi aku mengasihani diriku yang tak bisa move-on darimu. Baru saja aku membuka akun socmed-mu. Baru saja aku mengingat semua yang terjadi di November tahun lalu. Tentu, November tahun lalu. Masih ingatkah kamu? Tidak, bukan sekarang. Saat ini kamu belum mengutarakan perasaanmu. Tapi 11 hari kemudian. 11 hari kemudian kamu mengucapkan kalimat magis itu. 11 hari kemudian…tapi setahun y...
Comments
Post a Comment